Kamis, 12 Desember 2013

Prinsip-prinsip Pembelajaran pada Kurikulum 2013

Rencana Kemendiknas RI mengimplementasikan kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan Dasar hingga Menengah pada tahun pelajaran 2014/2015 sudah bisa dipastikan akan terlaksana.
Lalu, perubahan apa sajakah yang nampak jelas berbeda dengan kurikulum sebelumnya ( KTSP 2006 ) ?
Salah satu yang berubah adalah pengelolaan pembelajaran yang ”dinahkodai” oleh Guru sebagai pendidik dan pengajar ( Educator and Teacher ).
Beberapa Prinsip pembelajaran  kurikulum 2013  akan lebih menekankan perubahan paradigma:
  1. peserta didik diberi tahu menjadi peserta didik mencari tahu;  
  2. guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;
  3. pendekatan  tekstual  menjadi pendekatan  proses  sebagai  penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;  
  4. pembelajaran  berbasis  konten  menjadi  pembelajaran  berbasis kompetensi;  
  5. pembelajaran parsial menjadi pembelajaran terpadu;  
  6. pembelajaran  yang  menekankan  jawaban  tunggal  menjadi pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;  
  7. pembelajaran verbalisme menjadi keterampilan aplikatif;  
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan  fisikal  (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);  
  9. pembelajaran  yang  mengutamakan  pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pebelajar sepanjang hayat;  
  10. pembelajaran  yang  menerapkan  nilai-nilai  dengan  memberi keteladanan (ing  ngarso  sung  tulodo), membangun kemauan  (ing  madyo mangun  karso),  dan  mengembangkan  kreativitas  peserta  didik  dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);  
  11. pembelajaran yang  berlangsung  di  rumah,  di  sekolah,  dan  di masyarakat;  
  12. pembelajaran  yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas;  
  13. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;  
  14. pengakuan  atas perbedaan  individual dan  latar  belakang budaya peserta didik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.
Itulah 14 prinsip penting dalam pembelajaran pada kurikulum 2013. Sukses tidaknya implementasi kurikulum 2013 ini tergantung pada semua pihak yang menjadi "garda" terdepan dalam pendidikan.
Semoga